Film dengan tema keluarga yang berasal dari sebuah buku. Sederhana, tapi cukup menggambarkan situasi sebuah keluarga dan peran didalamnya yang memiliki pahit dan bebannya masing - masing.
Masalah yang tidak pernah ada, memiliki kecukupan harta dan anak - anak yang baik membuat keluarga dalam film ini tampak seperti keluarga idaman dari luar. Retak didalam mungkin adalah kata yang tepat yang aku rasakan saat menonton film ini, terutama saat melihat anak tengah yang menelan semuanya sendirian.
Semua masalah saling berkaitan satu sama lainnya, dimulai dari ketiadaan komunikasi yang sehat serta larangan untuk bersedih. Diskusi tertutup, setiap orang menelan pil pahit peran mereka masing - masing. Sang ayah sebagai kepala keluarga menginginkan terbaik untuk keluarganya, tanpa sadar menekan sang kakak, mengabaikan sang anak tengah dan membuat dunia keluarganya berputar untuk putrinya yang paling kecil (si adik). Sang ibu, berusaha sebaik mungkin menjadi ibu sempurna untuk anak-anaknya dengan tidak pernah menunjukkan kesedihan dan menjadi istri yang baik dengan mengikuti sang suami tanpa benar - benar berpendapat. Sang kakak yang tertekan atas beban sebagai kakak yang membuatnya menelantarkan kehidupan pribadinya. Sang anak tengah yang diam, menyimpan semuanya sendirian. Sang adik yang ingin menjadi mandiri tapi tidak tahu caranya karena selalu digandeng dan dituntun oleh keluarganya.
Kekurangan film ini secara pribadi untukku adalah part yang mungkin tidak perlu ada, entah bagaimana beberapa bagian film ini membuat aku bosan dan memakai kecepatan syuper untuk menontonnya. Dilain sisi kata - kata bijak yang diungkapkan secara jelas juga adalah bagian yang kurang cocok untukku.
Secara keseluruhan film ini cukup bagus untuk ditonton😉👌 (7.5/10)
Komentar
Posting Komentar