Bagaimana aku menjaga diri, menjaga seseorang bernama Rina Amalia Riska. Jawaban pertama yang terpikirkan adalah dengan berbicara sebanyak dan sesering itu dengan diri sendiri, entah itu pembicaraan yang terdengar oleh orang lain (bersuara) atau hanya berkutat dikepala sendiri. Aku menyukainya, berbicara dengan pikiran sendiri, sekadar untuk berterima kasih telah melalui hari ini dan mengomeli-nya jika melakukan hal yang tidak baik. I try to keep saying to myself “it’s okay, you only human and you have Allah”.
Huhuhu... hal kedua adalah dengan menangis, terkadang aku mengerti alasan aku menangis tapi terkadang ada masanya aku tidak tahu dan hanya ingin menangis. Dengan menangis membuat diriku bisa mengeluarkan banyak hal, mulai dari rasa khawatir, rasa takut, lelah, marah dan bahkan rasa syukur. As much as I like laughing I think that as much I like crying.
My support system, my little family. Seeing them, talking to them, touching or even disturbing them is my way to take care of myself. Just being in the same space became my reminder of the reason that I need to work hard to protect them or at least not burden them.
Stay away from people and smartphones, menghilang dan menjauh. Menyendiri dan berhenti berbicara dengan orang lain adalah salah satu cara untuk menjaga diri rina.
Tapi cara terbaik tetaplah dengan mencintai diri sendiri. Allah menciptakan rina adalah salah satu bentuk sayangnya, jadi sebagai hamba yang baik rina juga harus menjaga salah satu ciptaannya yaitu diri rina sendiri. Sebanyak kekurangan rina, kesalahan serta kebodohan yang sering dilakukan tapi aku mencoba untuk selalu mengingat “You do good job today too, it’s not perfect but it's okay”. So love yourself first, before you can share that love :)
Komentar
Posting Komentar