Perasaan hangat sekaligus sedih adalah yang kurasakan saat membaca buku ini. Tidak ada ekspektasi, hanya mengisi koleksi novel dalam bacaanku. Tapi ternyata buku ini meninggalkan bekas di hati.
Cerita antara ibu guru Oishi dan murid-murid pertamanya yang ia cintai dan ingat bahkan setelah waktu berlalu sangatlah sederhana namun hangat. Murid-murid itu begitu polos, dan sebesar apapun mereka, Ibu Oishi akan selalu menjadi guru yang membawa mereka seperti anak kecil.
Melihat pertumbuhan setiap anak murid Ibu Oishi yang memiliki latar belakang yang berbeda dan melihat bagaimana pengaruhnya terhadap mereka. Bagaimana kondisi keluarga dan lingkungan mempengaruhi cara mereka berpikir, dan terkadang terasa seperti tidak ada jalan keluar.
"ibarat air yang tersumbat dan tidak pernah mengenal aliran sungai yang jernih" Keterbatasan informasi membuat seseorang merasa bahwa inilah hidup dan ini adalah hal yang normal.

Komentar
Posting Komentar